Twitter bisa menjadi sarana perolehan informasi yang berguna. Tapi
pencarian tweet berisi keterangan yang sesuai dengan keinginan bisa
sangat sulit, terlebih jika menyangkut kejadian yang sudah lama lewat
dan terbenam di derasnya arus kicauan para Tweeps.
Memang,
Twitter menyediakan mesin pencari sendiri, namun ini pun sulit
dimanfaatkan karena algoritmanya mengutamakan tweet yang lebih baru,
yang belum tentu relevan dengan kebutuhan.
Nah, sebagaimana
dilaporkan oleh kompas.com, kini hal tersebut bisa dipermudah dengan
kehadiran Topsy yang Rabu (4/9/2013) lalu mengumumkan telah mengindeks
Twitter sejak tweet yang pertama diunggah pada 2006 silam.
Jumlahnya
mencapai 425 miliar, termasuk posting berisi foto, tautan internet, dan
berbagai konten terkait lainnya. Sebelum ini, Topsy baru mengindeks
Tweet lampau hingga tahun 2010 saja.
Cara penggunaannya pun mudah. Cukup kunjungi
situs Topsy
dan masukan kata pencarian. Topsy akan menampilkan hasil pencarian yang
bisa diatur jangka waktunya, bahkan hingga hitungan jam. Hasil
pencarian berupa foto dan video juga ditampilkan secara terpisah.
Tool
ini bisa digunakan secara gratis dan berguna untuk siapapun yang perlu
mencari sebuah keterangan di belantara arus informasi Twitter, seperti
jurnalis atapun peneliti yang melakukan riset.
Untuk tenaga
pemasaran, perusahaan media ataupun pelaku politik yang membutuhkan alat
pencarian informasi lebih canggih, Topsy menyediakan opsi berlangganan
mulai 12.000 dollar AS per tahun yang bisa menyempitkan hasil pencarian
berdasarkan hal-hal seperti lokasi geografis dan tweet yang paling
berpengaruh terhadap percakapan sosial di Twitter.
Google
sebenarnya pernah membuat perjanjian dengan Twitter yang memungkinkan
mesin pencari itu turut mengindeks tweet. Tapi semenjak persetujuan
tersebut berakhir pada 2011 lalu Google tak bisa berbuat banyak dalam
mengikuti riuh rendahnya kicauan di Twitter.
Sumber : kompas.com ~ editor : admin