Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) atau Badan Antariksa Jepang,
berhasil meluncurkan roket baru berbahan bakar padat pada Sabtu lalu.
Hebatnya, roket itu diluncurkan hanya dengan menggunakan dua laptop
saja.
Melansir
Times of India, 16 September 2013, roket yang bernama Epsilon itu diluncurkan di Uchinoura Space Centre di Kagoshima, Jepang.
Meski
terdengar sederhana, Epsilon bukan roket sembarangan. Panjangnya 24
meter dan berbobot 91 ton. Roket ini sudah disematkan teleskop SPRINT-A
yang berguna melakukan pemantauan planet pada jarak 1.000 kilometer.
SPRINT-A
merupakan teleskop antariksa pertama yang mampu melakukan pengamatan
jarak jauh untuk melihat orbit Planet Venus, Mars, Jupiter, ketika
mengelilingi Bumi.
Peluncuran Epsilon dilakukan dengan
menggunakan dua laptop canggih dengan sistem komputer terbaru, seperti
mampu melakukan pemeriksaa. Dan laptop ini dapat dirakit dengan cepat.
Jepang berharap metode ini jauh lebih murah dan lebih efisien untuk
mengirimkan satelit ke ruang angkasa.
Teknologi baru ini juga
membuat peluncuran roket hanya membutuhkan peneliti yang sangat sedikit.
Tidak seperti pada peluncuran roket H-2A yang membutuhkan sekitar 150
peneliti.
Selain itu, peluncuran roket Epsilon yang berukuran
setengah dari roket H-2A hanya menelan dana yang lebih sedikit. Biayanya
hanya sekitar setengah dari H-2A, sekitar Rp437 miliar.
JAXA
juga mengklaim roket Epsilon telah memiliki teknologi tercanggih pertama
di dunia yang memungkinkan roket memiliki kemampuan memeriksa sistemnya
sendiri.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan,
keberhasilan peluncuran roket buatan Jepang ini merupakan kemajuan dari
teknologi ruang angkasa Jepang.
"Ini menunjukkan teknologi ruang
angkasa Jepang sangat andal. Keberhasilan ini juga dapat telah membuat
sistem transportasi ruang angkasa yang mandiri, sehingga dapat membantu
pertumbuhan ekonomi Jepang," kata Abe.
Sumber : viva.co.id ~ editor : admin