Tim ahli yang
menyelidiki tingkat keamanan jaringan komputer pemerintah Belgia
menemukan sebuah virus di komputer yang ada di Kantor Perdana Menteri
Belgia, Elio Di Rupo, kata pemerintah pada Jumat.
"Sebuah virus berhasil terdeteksi di sejumlah komputer pemerintah
federal dan diketahui berhubungan dengan sebuah server yang berada di
Hongkong," kata kantor Perdana Menteri dalam pernyataan, lapor Reuterts.
Namun, pihak pemerintah Belgia belum dapat menyimpulkan hubungan
serangan virus berkemampuan meretas jaringan itu dengan pihak tertentu
karena belum adanya bukti yang cukup.
Pemerintah Belgia mengatakan pihaknya telah memperketat keamanan
jaringan dan memasang sistem deteksi virus tambahan. Mereka juga
berencana untuk meningkatkan anggaran keamanan cyber pada 2014
mendatang.
Pada Mei lalu, para peretas berhasil mengirim surat elektronik
(email) melalui akun pribadi Perdana Menteri Di Rupo kepada sebuah surat
kabar Belgia "De Morgen".
Email itu sendiri tidak dipublikasikan.
Secara terpisah, Belgium juga tengah menyelidiki dugaan pengintaian
intelijen asing terhadap perusahaan telekomunikasi terbesar di negara
itu, Belgacom, yang juga merupakan operator terdepan dalam penyediaan
jaringan data dan telepon di wilayah Afrika dan Timur Tengah.
Belgacom sendiri telah melayangkan komplain atas beberapa usaha
peretasan yang dilakukan terhadap server dan komputer mereka.
Kasus peretasan besar terakhir kali terjadi di Belgia pada Mei tahun
lalu ketika para "hacker" berupaya memeras anak perusahaan Bank Belgia
Belfius (dulu bernama Dexia).
Saat itu diketahui bahwa para peretas mengklaim telah memiliki data-data gaji dan nomor KTP para nasabah bank tersebut.
Para peretas yang meminta dana 150.000 euro itu mengancam akan akan
menyebarkan data-data rahasia para nasabah tersebut di Internet.
Sumber : antaranews.com ~ editor : admin