Beberapa tahun terakhir manusia terus berusaha mencari planet lain yang
siap dihuni seperti layaknya bumi. Planet terdekat adalah Mars.
Masalagnya atmosfer Mars tidak mendukung untuk kehidupan manusia.
Tapi
sekelompok arsitek dari Jerman mengklaim menemukan cara hidup di Mars.
Caranya adalah dengan menggunakan robot untuk membangun gua bawah
tanah. Kelompok yang bernama ZA Architect ini, seperti dilansir
DailyMail, menyatakan bebatuan basalt yang merupakan material asli planet tersebut bisa digunakan untuk bahan bangunan.
Basalt
adalah material yang sudah lazim digunakan di dunia luar angkasa dan
juga dunia otomotif. Bahan ini lebih ringan daripada baja, lebih mudah
dioperasikan, tahan api, dan tidak dapat berkorosi.
"Permukaan
Mars hampir seluruhnya terbuat dari basalt dan ini sudah terdeteksi oleh
Rovers dan bisa digunakan untuk membangun gua lebar di bawah tanah. Ini
seperti semen dari Mars," kata perwakilan ZA Architects, Arina Ageeva,
Senin 16 September 2013.
Lebih lanjut tim ini juga mengatakan
basalt merupakan material yang baik untuk menjadi pelindung gua karena
bisa mengisolasi bahkan bisa lebih baik dari baja. Nantinya, menurut tim
ini, Rovers akan menggali gua di bawah tanah dan meninggalkan
pilar-pilar dari basalt sebagai penahan atap gua.
"Dan ketika
manusia yang mengeksplorasi datang, mereka hanya tinggal memasang
jendela, pintu dan peralatan yang diperlukan," katanya.
Cepat
atau lambat, menurut Arina, Curiosity akan membawa manusia ke Mars.
Maka, menurutnya, akan lebih baik jika manusia mempunyai tempat permanen
untuk melakukan eksplorasi.
Sumber : viva.co.id ~ editor : admin