Peneliti dari University of Southampton mengungkap studi terbaru yang
menjelaskan sebab kepunahan dari gajah prasejarah. Populasi mamalia
purba ini musnah yang diduga akibat perburuan besar manusia awal,
sebelum Neanderthals ribuan tahun lalu.
Dilansir
okezone, Jumat (20/9/2013), peneliti Francis Wenban-Smith menemukan sebuah situs yang mengandung sisa-sisa fosil gajah kuno dengan gading lurus (Palaeoloxodon antiquus) di 2003. Ia menemukan fosil tersebut di sebuah area di Ebbsfleet, Kent, Inggris.
Penggalian
fosil menemukan adanya sisa-sisa tulang gajah, beserta sejumlah artefak
peralatan kuno dan kerangka hewan lainnya seperti badak dan singa serta
mamalia lainnya. Endapan fosil ini diperkirakan berusia 420 ribu tahun
lalu saat periode iklim hangat.
Sejak penggalian dilakukan di
2004, Francis membawa analisis detail dari bukti yang dipulihkan dari
situs fosil tersebut. Ia juga mengumpulkan perkakas kuno yang dipercaya
sebagai senjata untuk membabat mamalia bertubuh besar tersebut.
Peneliti
mengatakan, gajah prasejarah memiliki ukuran dua kali lipat dari gajah
Afrika saat ini. Bahkan, beratnya bisa mencapai hingga empat kali lipat
kendaraan mobil keluarga.
"Meskipun tidak ada bukti langsung
terkait bagaimana hewan ini menemui ajalnya, penemuan peralatan dari
batu (flint tools) mengonfirmasi kegiatan pemotongan untuk daging gajah
ini," jelas peneliti. Ia meyakini, satu gajah bisa diserang oleh empat
manusia awal.
Manusia awal yang dimaksud merupakan hominins, yang
ketika itu mengandalkan nutrisi dari herbivora berbadan besar. Meskipun
ada juga dugaan bahwa gajah prasejarah bisa mati karena diburu kawanan
predator, namun kemungkinan gajah juga diserang menggunakan tombak dari
kayu oleh manusia awal.
Sumber : okezone.com ~ editor : admin