Nielsen merilis hasil
survei terbaru mereka mengenai Decoding the Asian Mobile Consumer.
Survei ini berisi mengenai laporan tren terbaru dalam kepemilikan,
perilaku, dan sikap konsumen smartphone di sembilan negara Asia Pasifik
termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Australia, Hong Kong,
China, India, dan Singapura.
Survei ini dilakukan dengan menanyai
responden berusia 13 tahun ke atas sejak Maret 2013 hingga Mei 2013.
Dari laporan survei ini terlihat penetrasi smartphone di Asia Pasifik
tertinggi ada di Hong Kong dan Singapura sebesar 87 persen. Selanjutnya,
diikuti oleh Malaysia (80 persen), Australia (75 persen), dan China (71
persen).
Dalam rilis yang diterima
VIVAnews, Jumat 20
September 2013, Nielsen memperlihatkan penetrasi smartphone di
negara-negara berkembang di Asia Pasifik juga semakin menguat.
Yang terbesar adalah
Thailand yang mencapai 49 persen, diikuti oleh Indonesia 23 persen,
India sebesar 18 persen, dan Filipina 15 persen. Sementara itu, menurut
laporan, di Malaysia hampir setengah dari yang disurvei atau sebesar 47
persen mempunyai lebih dari satu perangkat mobile.
“Selanjutnya
diikuti oleh Hong Kong dengan 31 persen, serta Singapura, dan China
dengan 29 persen,” kata Direktur Nielsen Telecom dan Technology Practice
untuk Asia Tenggara, Asia Utara dan Pasifik, Sagar Phadke.
Selain
itu, Sagar mengungkapkan, kepemilikan tablet telah mencatat pertumbuhan
yang signifikan di pasar Asia Pasifik selama setahun belakangan.
Kepemilikan ini naik terbesar di Singapura 47 persen, Hong Kong 57
persen, dan Malaysia sebesar 47 persen.
“Pertumbuhan dalam
kepemilikan perangkat koneksi di Asia Pasifik selama beberapa tahun
belakangan ini sungguh mengejutkan,” katanya.
Di seluruh wilayah,
dia menjelaskan, merek merupakan salah satu faktor paling umum dalam
membeli smartphone dan berada di bagian paling atas survei. Selain itu,
keyboard QWERTY mempertahankan relevansinya di Indonesia, India, dan
Filipina. Walau demikian, ukuran layar dan fungsi layar sentuh menjadi
semakin penting bagi konsumen.
Menurut dia, rekomendasi dari
mulut ke mulut dan media sosial turut memainkan peranan penting dalam
memengaruhi pilihan konsumen untuk smartphone. Bahkan, di Asia Pasifik,
sebagian besar konsumen memasukkan ulasan dari internet dan blog serta
rujukan dari teman, rekan, dan keluarga sebagai faktor yang paling umum
dalam memengaruhi keputusan mereka dalam membeli.
Dengan
menjamurnya penggunaan smartphone ini, menurut Sagar, juga meningkatkan
waktu yang dihabiskan oleh orang di depan smartphone milik mereka. Dalam
survei ini terlihat pengguna smartphone di Asia Tenggara menghabiskan
waktu rata-rata lebih dari tiga jam per hari dengan smartphone mereka
pada Juni 2013.
Waktu ini, dia melanjutkan, dihabiskan untuk
melakukan kegiatan chatting, jaringan sosial, dan hiburan seperti games
serta multimedia yang mendorong banyak sekali interaksi.
Sumber : viva.co.id ~ editor : admin